Artikel Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer

Teknologi Printer Jarak Jauh HP Sasar 60% Populasi

Teknologi ePrint milik Hewlett-Packard (HP) diklaim sangat mendukung gaya hidup konsumen Indonesia saat ini yang sangat mobile. Hal itu membuat HP percaya diri bahwa produk mereka bakal sukses di pasaran. Mereka pun menyasar 60 persen populasi penduduk Indonesia.

Hal itu dikatakan oleh Mulia Dewi Karnadi, Managing Director Imaging and Printing Group HP Indonesia, Selasa (11/1/2011), saat acara peluncuran ePrint bertempat di Plaza Senayan. Ia menjelaskan pengguna teknologi ini adalah kalangan usia 14 tahun ke atas, dimana mereka adalah pengguna aktif internet, sosial media, dan ponsel pintar.

"Populasi usia 14 plus di Indonesia adalah 60 persen. Sementara 72 persen penduduk produktif berada di pulau Jawa," lanjut Dewi.

Ia pun menjelaskan berdasar data Canalys, tahun 2010 terdapat 4,7 juta pengguna ponsel pintar dan diprediksi meningkat menjadi 14 juta di 2013 (naik sekitar 45 persen). Dengan kenaikan sebesar 3 kali lipat itu, HP percaya bahwa teknologi barunya ini bakal sukses. 

Sebagai informasi, ePrint merupakan teknologi pertama HP di dunia printing dimana pengguna tak membutuhkan PC dan sambungan kabel untuk mencetak dokumen atau foto. Sistem printer jarak jauh ini memungkinkan pengguna mencetak dokumen langsung dari ponsel pintar atau laptop mereka, semudah mengirim email. Teknologi ini memanfaatkan infrastruktur cloud computing milik HP

Read More

Scam Power Balance Jadi Trending Topics

Pernyataan terbuka produsen Power Balance yang mengakui tak punya bukti kuat khasiat gelang silikon buatannya langsung melejit jadi Trending Topics di Twitter. Pada Selasa (4/1/2011) pagi, keyword "Power Balance Admits Their" melesat di peringkat kedua topik terhangat di layanan mikrobloging tersebut.
Keyword tersebut terkait dengan banyaknya pengguna Twitter yang meneruskan pesan atau retweet dari artikel Gizmodo, salah satu blog teknologi yang mengabarkan pernyataan mengejutkan itu. Judul artikel lengkap yang ditulis Gizmodo adalah "Power Balance Admits Their Wristbands Are a Scam" (Power Balance Mengakui Gelang Buatannya adalah Scam). Sam adalah upaya mengelabui orang lain dengan mengajukan bukti-bukti yang seolah-olah kuat.

Dalam pernyataannya, produsen gelang Power Balance mengakui tidak punya bukti ilmiah bahwa produknya berkhasiat. Sebelumnya, Power Balance gencar mempromosikan bahwa gelang dari bahan silikon yang disertai hologram dapat meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas tubuh pemakainya.
"Kami mengakui bahwa tidak ada bukti saintifik yang kredibel untuk mendukung klaim kami dan hal tersebut termasuk perbuatan menyesatkan," tulis produsen gelang Power Balance di situs webnya.

Pernyataan itu ditujukan sebagai klarifikasi atas iklan yang mereka keluarkan. Selain itu, produsen gelang "berkhasiat" tersebut juga meminta maaf jika ada pembeli yang merasa tertipu dengan promosi yang dilakukannya. Mereka dapat meminta pengembalian uang melalui situs atau menghubungi hotline yang disediakan hingga 30 Juni 2011.

Namun, pernyataan tersebut baru dikeluarkan oleh produsen Power Balance di Australia karena promosi yang dilakukan dianggap melanggar Undang-Undang Praktik Perdagangan di negara tersebut. Tidak jelas apakah Power Balance juga akan melakukan hal yang sama secara internasional, termasuk di Indonesia.
Selama ini Power Balance telah membanjiri Tanah Air. Tidak sedikit pengguna yang mengenakan karena percaya dengan khasiatnya bagi tubuh. Apalagi, Power Balance dipromosikan dengan testimoni sejumlah olahragawan dan selebriti dunia. Bahkan, saking larisnya beredar pula gelang sejenis dengan harga jauh lebih murah.

Read More

Insinyur Intel Mengatakan Prosesor dengan 1000 Core adalah Mungkin!

Chipmaker Intel telah menyelidiki masalah meningkatkan jumlah core dalam chip melalui Penelitian Terascale Computing Program , yang sejauh ini telah menghasilkan dua chip eksperimental dengan jumlah core 80 dan 48 core.

Pada bulan November, insinyur Intel Timotius Mattson menyebabkan keributan di Conference 2010 Supercomputer ketika ia mengatakan kepada penonton bahwa salah satu chip Terascale – 48-core Single-chip Cloud Komputer (SCC) – secara teoritis dapat digandakan menjadi untuk 1.000 core.

Mattson, yang merupakan insinyur utama di Laboratorium  Teknologi Mikroposesor Intel yag menyampaikan bahwa teknologi saat ini memungkinkan pembuatan 1000 core tapi memang pada saat ini belum ada pada perencanaan produk dari Intel untuk menghasilkan prosesor dengan jumlah core sebanyak itu.

Read More

Layanan Streaming Lagu dari Sony

Raksasa elektronika Jepang, Sony Corp, akhirnya meluncurkan layanan streaming musiknya "Music Unlimited powered by Qriocity", Rabu (22/12/2010). Layanan ini akan menyaining gerai musik iTunes dari Apple.
Namun, berbeda dengan iTunes, layanan musik ini tidak menyediakan layanan download lagu. Semua track hanya dapat diakses secarastreaming melalui perangkat buatan Sony yang terhubung ke internet seperti PlayStation 3 dan TV Bravia. Untuk mengakses lewat ponsel atau MP3 player WalkMan sementara belum dapat dilakukan, namun dijanjikan akan segera tersedia.

"Kami menyadari jika kami masuk dengan model yang sama (dengan iTunes), sulit untuk langsung terkenal di kalangan pengguna," ujar Kazuo Hirai, wakil presiden eksekutif Sony. Untuk mengakses daftar lagu yang tersedia, pelanggan harus mendaftarkan diri. Total sudah tersedia lebih dari 6 juta lagu yang dapat dinikmati dari layanan Qriocity tersebut.

Layanan ini akan mulai diperkenalkan di Inggris dan Irlandia dan segera menyusul Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Selandia Baru, dan tahun depan ke Amerika Serikat. Brsa musik ini melengkapi layanan video on demand yang lebih dulu diluncurkan Sony di AS dan beberapa negara Eropa dengan payung yang sama.

Read More

Avaya VENA Jaga Keandalan Pusat Data

Setiap detik downtime pada jaringan pusat data (data center) bisa berpotensi menghilangkan jutaan dolar pendapatan perusahaan.
Ya, seekstrem itulah kemungkinan yang terjadi jika ditemukan kegagalan dalam pengelolaan TI pada bisnis kelas enterprise. Tak heran, setiap perusahaan selalu berupaya menjaga reliabilitas pusat data mereka serta mempersingkat waktu pelayanan sembari tetap menjaga skalibilitas dan kinerja.


Avaya menawarkan jawaban atas kebutuhan tersebut melalui solusi Virtual Enterprise Network Architecture (VENA). Solusi ini memanfaatkan arsitektur baru yang dirancang untuk membantu para CIO dan manajer TI memenuhi meningkatnya permintaan terhadap konten baru dan aplikasi-aplikasi kolaborasi bisnis dalam mendukung munculnya teknologi-teknologi 40/100G.


Ethernet switch Avaya 8600, 8800, dan VSP 9000 akan ditingkatkan dengan fitur-fitur VENA. Fungsionalitas kunci VENA menciptakan diferensiasi dalam strategi Avaya Data Center yang memfokuskan pada skalabilitas, efisiensi, ketersediaan, dan ketahanan.

“Penelitian Yankee Group menunjukkan bahwa kesalahan manusia menyumbang sekitar 37% terhadap downtime jaringan – satu faktor terbesar dalam gangguan jaringan,” tutur Zeus Kerravala (Senior VP lembaga riset Yankee Group).

Bagi para manajer TI dan CIO, arsitektur Avaya VENA dapat membantu mengurangi kegagalan jaringan yang disebabkan oleh kesalahan manusia, dengan menyederhanakan konfigurasi penyediaan dan kebijakan, mengurangi rancang ulang jaringan, dan menyediakan perkakas baru yang lebih sederhana untuk pengelolaan jaringan.

Arsitektur VENA juga membantu mengurangi biaya dan secara signifikan mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk hadirnya layanan dengan mengoptimasi koneksi jaringan antara server aplikasi dan pengguna. Hal ini membantu perusahaan meraih manfaat dari virtualisasi dengan cara yang lebih sederhana dan hemat biaya melalui penggunaan virtualisasi jaringan – Shortest Path Bridging (SPBm), Virtualised Route Forwarding (VRF), dan dengan menghadirkan wawasan pengelolaan jaringan yang terkonsolidasi.

Dalam implementasi di perusahaan, Avaya VENA kompatibel dengan lingkungan virtualisasi VMware, jaringan konvergen QLogic, penyimpanan Ethernet SAN konvergen Coraid, dan WAN data center Silver Peak Systems – di samping vendor lainnya yang tergabung sebagai anggota program Avaya DevConnect.

Read More

Router Cisco Mengangkasa

Cisco berhasil melakukan pengujian Internet Routing in Space (IRIS). Selain melakukan upgrade software router Internet Protocol (IP), vendor jaringan ini juga sukses melakukan panggilan telpon dengan VoIP saat mengorbit di luar angkasa. Ini pertama kalinya perangkat Cisco dapat digunakan tanpa bantuan infrastruktur di bumi untuk menyalurkan panggilan.

Hasil pengujian ini bukan cuma membuktikan kecanggihan perangkat milik Cisco. Tetapi juga memperlihatkan sebuah lompatan dalam teknologi satelit. Teknologi yang ada saat ini masih mengandalkan hub di bumi untuk mengantarkan sinyal suara dan video antara satelit dan pengguna akhir. Selain suara dan video, saluran komunikasi ini juga bisa mengalirkan data lho.

Cisco ternyata serius 'melangkah' ke luar angkasa. IRIS, misalnya, adalah inisiatif yang sengaja disiapkan Cisco dalam mengembangkan jaringan komunikasi via satelit. Bahkan sebuah inovasi produk sudah digelontorkan, yakni sebuah router IP untuk satelit dan pesawat luar angkasa (Cisco 18400 Space Router). Router yang memiliki toleransi terhadap radiasi ini diluncurkan pertama kali di Intelsat 14, sebuah satelit komunikasi geostationary.

Menggandeng Astrium, Cisco juga meneliti jenis-jenis aplikasi yang bisa diterapkan pada router ruang angkasa. Salah satu hasilnya adalah multicasting, yakni proses pengiriman informasi ke beberapa komputer secara simultan melalui satu transmisi. O ya, keberhasilan routern Cisco mengangkasa kali ini juga menjadi kesuksesan Cisco Unified Communications Manager Express untuk melakukan panggilan telpon via router di ruang angkasa. Nah, menelpon ke mana saja jadi mudah, termasuk ke ruang angkasa :).

Read More

Copyright © RAMSI-SMBIRINK.